Kapan ?

Bismillah..

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga kalian semua selalu dalam Lindungan-Nya. Aamiin Ya Allah.

 

**

I want to share a little story for all of you :)

Nahh.. sebelum masuk ke cerita, mau tanya pernahkah kalian ada rasa iri hati dengan orang walaupun itu sedikit?

Sepertinya ada hha! Misal nih, “hidup dia beruntung yaa, umur segitu sudah memiliki rumah, “ dia sudah menikah aja yaa, padahal umurnya tuaan aku, sedangkan aku belum menikah, “dia setelah lulus cepat amat dapat kerjanya, sedangkan aku? dan masih ada beberapa pernyataan dari dalam hati yang seketika muncul aja gitu. Maybe, rasa itu yang “sering” menghantui diri kita sendiri, cz itu termasuk penyakit hati dan bisa dibilang “IRI”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

“Janganlah kalian saling hasad (iri), janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi (saling mendiamkan/ menghajr). Jadilah kalian bersaudara, wahai hamba Allah.”

(HR. Bukhari dan Muslim).


Jujur, aku pernah muncul rasa itu. Sering? Entahlah.. menurutku jangan dehh yaa, bikin sakit sendiri sihh, aslik! Itu tandanya kita kurang bersyukur and kurang mendekatkan diri kepada Allah. Dari perasaan itu muncul, adakah dari kita menyadarinya? Jika ada, Allah masih sayang dengan kita, Allah “menyentil’ hati kita agar kita sering berdoa kepadaNya, memohon hanya kepadaNya.. but, kita nya aja yang kurang or gak peka.. (duhh jangan sampai yaa...)


Okee.. aku ada secuil *ehh* sedikit cerita dari yang kualami..

**

Story [part 1] dimulai...

Ini yang kualami, kurasakan sendiri..

Waktu itu, sekitar tahun 2k17 setelah aku lulus kuliah sihh tepatnya..

Biasa lah yaa setelah lulus kuliah, harapan kita, keinginan kita pasti segera mendapatkan pekerjaan. Nahh, itu yang gak terjadi di aku.. setelah lulus, bukannya langsung dapat kerja, lahh ini jadi pengangguran sementara hhe!

Nahh, muncul lah rasa-rasa itu.. (duhh, gak boleh dehhya) melihat teman-teman seangkatan, bahkan adik kelaspun setelah lulus mereka langsung lohh, langsung dapat pekerjaan. *dalam hati* kok cepat amat dia dapat kerjanya, bla bla.. lahh, sedangkan aku? Aku kapan? Kok gini amat yakk hidupku? Ada yang salah dengan aku? Berbagai macam rasa itu tiba.


*singkat cerita*

 

Finally after all this time..

Alhamdulillah, akhirnya aku dapat kerja nih.. dan balik lagi dahh ahh rasa itu, capek juga sihh.. but, i don’t know muncul aja gitu.. kalian juga gak? Atau enggak sama sekali? Hebat sihh.. aku mau dong belajar hhe! (belajar sabar dan bersyukur) gak lama aku resign dari tempat kerjaku yang pertama.. *singkat cerita lagi dahh* hha! Alhamdulillah, dapat pekerjaan lagi, ini lebih baik dari pekerjaan ku yang sebelumnya.

Yahh kurang lebih gtu sihh..

 

*

and one more thing, even the same as my love story..

one of them, banyak orang yang merasakan ini. Misal nih, soal jodoh. Gak ada habisnya deh pembahasan yang satu ini, sering dahh.. hha!


**

Story [part 2] dimulai...

Sebelum lanjut cerita, aku tipe orang yang jarang banget cerita masalah pribadi ke orang, bahkan ke sahabat sendiri terutama hal asmara hhe! Sering kupendam sihh tepatnya.. yups! Gitu dehh...

 

Okee lanjut cerita aje yee... lama bener dahh.. hha!

Sabarrrrrr.... pak sabar mau lewat tuh :p *lohh*

 

Sebelumnya tahun 2k12 ku sempat pacaran dan itu gak bertahan lama (story ini ada di blog ku sebelumnya) nahh, setelah itu dari tahun itu sampai tahun 2k19 jujur ak gak pacaran.

Dekat? Ada! Suka? Ada juga hha! Tapi gak tau juga sih dia nya hha! i don’t know that, but yasudahlah.. next, biasalah yaa namanya orang lagi suka gitu yee, ingin tuh cerita sama sahabat, maju mundur sihh klau mau cerita soal ini hha! malu dan belum pede aja untuk cerita, ditambah aku juga jarang cerita soal ini (asmara).. biasanya sihh yaa, biasanya teman ada aja yang mancing duluan, but jawabanku pasti, “belum ada yang deket nih dengan seseorang..” (*dalam hati* inginnya ntar deh kalau aku sudah mau menikah, baru dahh cerita.) intinya gak mau umbar2 dulu gitu.. tau2 kan sebar undangan kan keyrenn kan yaa..  gitu lho yang kuinginkan hha!  

Next...

 

Tahun 2k19 awal dehya, ak gak pacaran sih, cmn HTS? *lahh kok bisa?* gak tau sihh, aku emg orangnya gak suka pacaran dan di islam kan emg gak boleh yang namanya pacaran yakk. Lahh.. tapi ini HTS beda tipis dehh perasaan (pacaran versi tanpa status) -.- gimana dahh tuhh! (ngaca ke diri sendiri)

*singkat cerita*

Lagi2 dahh pasti gak lama gitu hubungannya, cmn hitungan bulan aje.. tau gak? Kalau hubungan asmara bisa dibilang pacaran dahh atau yang gak pacaran pun kalau emang dia bukan yang terbaik untuk kita, pasti dah pasti Allah jauhkan kita dari orang itu.. yang aku alamin gitu sih. Tandanya Allah masih sayang dengan kita, gak mau kita patah hati atau salah pasangan hidup untuk kedepannya. Tau sendiri ketika kita sudah memutuskan untuk memilih pasangan (menikah), kita tujuannya yaitu “Sehidup Sesurga” kan? Jangan “Sehidup Semati”, sampai mati aja dong? Janganlah! Kita ingin kan hidup bersama suami/istri Till Jannah. Right? (*mindset nya diubah yaa*)


*Nahh ini nihh..* Soal Menikah..

Akhir-akhir ini bisa dilihat yaa, banyak orang yang menikah. yups! dari sahabat, teman seangkatan, adik kelas, saudara. Gimana perasaanku? Bahagia dong! but, orang yang kita sayangi sudah menemukan jodohnya, jodoh yang terbaik dari Allah. 

 

Sedihnya.. mungkin lebih melihat diri sendiri sihh (ngaca).. seringnya yaa, timbul pertanyaan "aku kapan? aku kapan? *dalam hati* hhe! pasti muncul tuh.. nyelip aja yakk hha!:)

 

So, slow ajee.. pasti dan yakin kepada Allah kita akan segera menikah dengan pilihan Allah dan diwaktu yang tepat kok (berdoa, ikhtiar, dan terus memperbaiki diri jangan lupa juga).

Melihat sahabat, teman yang sudah menikah, jujur rasa (iri) ingin menikah pun ada (jangan iri yahh.. karena, semua itu telah menjadi ketentuan atau takdir Allah)

But, lepas dari itu balik lagi sihh ke diri sendiri apakah kita sudah siap? Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Karena, menikah itu suatu ibadah yang terpanjang.


Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي 

”Jika seseorang telah menikah, dia telah melengkapi separuh agamanya. Hendaknya dia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang lain.” (HR. Al-Baihaqi dan Hakim. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 625) 

[Sumber https://muslim.or.id/53662-agungnya-sebuah-ikatan-pernikahan.html]

 


Patut kita renungkan bersama bahwa rasa iri sebenarnya tidak pernah ada untungnya sama sekali. Yang ada hanya derita di dalam hati. Orang yang hasad pada saudaranya sama saja tidak suka pada ketentuan atau takdir Allah. Karena orang yang hasad tidak suka atas ketentuan Allah pada saudaranya. Padahal Allah yang menakdirkan saudaranya jadi kaya, saudaranya punya kedudukan, saudaranya sukses dalam bisnis, dan lainnya. Orang yang hasad sama saja menentang ketentuan ini.

 Allah Ta’ala berfirman,


أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ


Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Az Zukhruf: 32).

[Sumber https://rumaysho.com/1021-mengapa-hati-ini-masih-merasa-iri.html]



Setelah mengetahui hal ini, masihkah ada iri pada saudara kita? Semoga Allah memberi taufik untuk terhindar dari penyakit yang satu ini. Aamiin Ya Allah.


**


 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERHIJRAH

SHOLAT DHUHA YUK